16 Agt 2011

Zine sebagai Media Promo

Zine adalah majalah yang mengkhususkan diri pada segmentasi tertentu, biasanya terdiri dari:

Fanzine
Majalah yang mengulas tentang band tertentu, mereview single-single mereka, dan biasanya dibuat oleh penggemar mereka.

Newsletter
Seringkali berupa selembaran yang berisi kabar-kabar terbaru dari sebuah band atau komunitas.

Webzine
Zine yang berbasis penyebarannya dengan media internet.

Magazine
Majalah yang mengulas lebih dalam lagi dibandingkan dengan fanzine yang hanya mengulas sebagian kecil dari karya ataupun berita suatu band.


Seiring dengan makin banyaknya band-band indie yang hadir, tidak dapat dipungkiri makin menjamur pula zine-zine independen yang mengulas tentang band-band indie tersebut.

Pada awal pergerakan musik indie di tanah air dulu, beberapa zine telah mengawali langkah dan meskipun zine-zine tersebut sudah tidak lagi eksis saat ini, orang-orang di belakangnya masih menjadi bagian dari perkembangan musik di tanah air. Sebut saja 13 Zine milik Arian13 dan Brainwashed Zine milik Wendi Putranto a.k.a. WenzRawk. Mereka hingga saat ini masih menjadi kontributor salah satu media musik Indonesia. Sedangkan untuk webzine yang masih aktif dari awal tahun 2000 hingga saat ini adalah TotalFeedback. Selain itu, masih ada webzine yang sedang ramai-ramainya saat ini, antara lain Deathrockstar, Wastedrockers, dan AttackCityScene.

Penggunaan zine sebagai media promo adalah salah satu langkah yang terbilang bijak, karena selain murah bahkan gratisan, zine juga dapat menjangkau segmen yang lebih luas. Dan sampai saat ini, mereka tidak mengutip bayaran sedikitpun untuk band-band yang mereka ulas. Bahkan selain itu, zine-zine yang jauh lebih menjual seperti Trax Magazine dan Rolling Stone Indonesia juga masih menyisihkan tempat bagi band-band indie yang ingin karyanya diulas secara profesional.

Membuat zine tidak selalu memerlukan modal besar. Dana yang minim pun bisa. Yang sangat diperlukan adalah tuntutan kreativitas dari orang di belakangnya. Bahkan saya sering membaca zine-zine hardcore yang ditulis dengan tangan, kemudian diperbanyak dengan mesin fotokopi. Bahkan untuk lebih menghemat biaya mereka memperkecil ukuran tulisan hingga menyerupai contekan ujian anak sekolah. Yang penting tetap bisa terbaca dan pesan pun tersampaikan. Seiring perkembangan dunia informasi, kini zine yang berupa lembaran seperti ini (Newsletter) sering kali juga disebarkan dalam bentuk eBook dan dapat diunduh secara gratis melalui webzine.


Dipublikasikan oleh: Fanfan JD


Sumber:
Memulai Band Indie (Yoyon Sukaryono, 2009)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar