13 Feb 2012

F2WL presents: ZOIZ "Our Year, Our Season"


F2WL (From 2 With Love), sebuah pentas seni penuh cinta yang diselanggarakan oleh siswa SMAN 2 Bandung pada tanggal 11 Februari 2012 di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), Bandung. Acara yang sebelumnya sudah dipersiapkan dengan sangat matang ini mengambil tema Zoiz: Our Year, Our Season. Penulisan Zoiz sendiri dari angka 2012 yang merupakan tahun yang penuh dengan isu tentang keadaan bumi yang semakin memburuk. Zoiz ini adalah musim bazar SMAN 2 Bandung yang juga memiliki misi untuk pelestarian bumi dengan memperlihatkan suasana hijau yang nyaman. Oleh karena itu, acara ini mendapat support penuh dari warga Bandung.

F2WL ini sudah berlangsung selama hampir 20 tahun dan menjadi acara tahunan SMAN 2 Bandung. Semua persiapannya pun sangat matang, mulai dari dua buah stage musik dan booth-booth makanan di area parkir Sabuga. Main stage berada di dalam ruang utama Sabuga dengan lighting dan sound yang bagus, sedangkan second stage berada di area parkir bersama dengan booth makanan. Acara ini diramaikan oleh lebih dari 20 penampil dari pukul 10:00 hingga pukul 23:00 WIB.

Pukul 10:00 WIB main stage yang bertempat di ruangan utama Sabuga mulai dibuka dengan penampilan Angklung dan Paduan Suara dari Rumah Seni 2. Lalu dilanjutkan dengan penampilan band-band lokal, seperti Legatura, Panorama, Kiss Bye Bray, Gending Kulonan Indonesia, Sugarcane, Malice In My Veins, dan Redaway. Penyajian genre musik dalam acara ini sangat beragam, mulai dari etnic sampai metal pun ada.

Venue mulai ramai pada pukul 13:30 WIB, saat itu di main stage sedang ada penampilan dari Vickyvette yang memukau audience dengan sound-sound experimental. Sedangkan di second stage ada penampilan dari band-band yang sebelumnya sudah tampil di main stage. Setelah Vickyvette menyelesaikan aksinya di main stage, dilanjutkan dengan penampilan The Black And Dangerous yang membawakan 3 buah lagu. Lalu kembali diselingi dengan penampilan dari Rumah Seni 2: Pispot, berupa teater yang bertemakan tentang penyelamatan bumi dengan penanaman pohon.

Suasana sedikit berubah setelah Off Her Drive "unjuk gigi" dengan musik metalcore-nya, dan dilanjutkan dengan penampilan Saratuspersen yang membawa peralatan yang banyak serta aksi yang juga seratus persen. Ada juga penampilan vocal group dari Rumah Seni 2, terdiri dari 4 mojang geulis dengan suara yang juga "geulis". Layak juga disebut the real girlband sih.

Sabuga terlihat sangat penuh ketika Deugalih And Folks tampil dan bermain dengan sangat apik. Main stage kemudian diramaikan oleh orang-orang yang siap untuk berbogo, yaitu Rocket Steady dengan ska yang atraktif, mereka pun mengajak audience menari bogo bersama.

Sekali lagi, suasana kembali berubah ketika giliran Billfold yang tampil dengan style Hardcorepunk-nya. Setelah lagu intro, maka masuklah sang vocalist, Gania Alianda, yang mengenakan topeng bergambar muka Raisa. Vocalist wanita ini memang sangat menghibur audience. Di akhir penampilannya, lagu It's Over, Gania memberanikan turun panggung dan memberikan mic-nya kepada audience walaupun tangannya terus ditarik oleh audience pria yang "haus".

Setelah penampilan dari Billfold, kini giliran Rosemary yang "memanaskan" suasana dengan musik punk yang cepat sehingga audience pun bergoyang dan berbogo. Audience pun mulai "rusuh" dan para "guardian" pun mulai bersiaga penuh sampai break magrib.

Break magrib pun usai, audience langsung disuguhi dengan musik "pendinginan" nan ceria dari White Shoes And The Couples Company. Seperti biasanya, WSATCC bermain atraktif dengan tarian-tarian ceria di atas panggung. Barulah setelah itu acara dengan resmi dibuka oleh pidato dari Kepala Dinas Kepariwisataan Dan Kebudayaan Kota Bandung yang bertugas sebagai perwakilan dari Bapak Walikota Bandung. Setelah pidato singkat-padat, dilanjutkan penampilan Rumah Seni 2 berupa rampak gendang, gitar, biola, dan paduan suara.

Malam minggu baru saja dimulai dan inilah saat yang sangat ditunggu-tunggu, penampilan dari Rocket Rockers. Band yang memiliki fan base terbesar di Bandung ini menarik perhatian audience dengan kostum mereka yang compang camping dan penuh darah, juga terdapat tulisan "The Illuminati Must Be Die" di synthesizer milik Ucay. Audience ikut bernyanyi sepanjang lagu Pesta. Pada jeda lagu, Ucay berkata "Say no to Zion!". Lalu di akhir penampilannya Ucay menjelaskan mengapa dresscode mereka pakaian compang camping dan berdarah: "Pakai narkoba harus siap untuk jadi seperti ini, berdarah-darah. Siapa bilang narkoba tidak merugikan orang lain?". Hal ini menyangkut kejadian kecelakaan beberapa pekan lalu yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba.

Seusai Rocket Rockfriends puas bernyanyi-nyanyi bersama, tibalah giliran para Insurgent Army yang bernyanyi bersama The S.I.G.I.T. Bahkan semua lagu yang mereka bawakan, ikut dinyanyikan. Bayangkan The S.I.G.I.T membawakan 9 lagu, stamina audience tidak kalah kuatnya dengan stamina Rekti saat membawakan kesembilan lagunya. Di akhir penampilannya, Rekti turun panggung dan membiarkan audience yang memetik gitarnya, para "guardian" bersiaga menjaga Rekti dari tarikan audience.

Jika ketika The S.I.G.I.T tampil, audience pria lah yang sing along. Kini saatnya audience wanita yang berteriak dan sing along bersama Maliq And D'Essentials. Sama halnya dengan The S.I.G.I.T, semua lagu yang dibawakan oleh Maliq And D'Essentials pun dinyanyikan bersama-sama dengan beberapa aransmen baru yang lebih nge-funk.

Pukul 22.00 WIB, MC mengucapkan terima kasih dan memberikan kata-kata penutup. Lalu David CS pun beraksi dengan Naif-nya. Walaupun jadi band penutup, celoteh-celoteh ringan dari David kembali memberikan perhatian seluruh audience. Berkaitan dengan tema yang diangkat F2WL, Naif membawakan lagu yang judulnya paling panjang: Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di seluruh Dunia. Penampilan Naif ditutup dengan lagu Mobil Balap dan semuanya bernyanyi bersama, baik audience maupun panitia. Lalu ketika kembang api di bibir panggung dinyalakan, sang vocalist, David, membuka bajunya dan seakan "mencuci mata" para audience wanita.

Dengan berakhirnya panampilan Naif, maka berakhir pula pensi dan super bazar SMAN 2 Bandung tahun ini. Sebuah rangkaian acara yang terbilang sangat sukses. Great works, F2WL!!

Kalimat & Foto oleh A. F. Alfansuri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar